LAPOR

Satu lagi aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk membuat laporan kepada pemerintah yaitu aplikasi bernama LAPOR!. LAPOR! (Layananan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) adalah sebuah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang mudah diakss dan terpadu dengan 81 Kementrian/Lembaga, 5 Pemerintah Daerah, serta 44 BUMN di Indonesia. Aplikasi yang dikembangkan oleh staf kepresidenan ini bertujuan untuk mningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan program dan kinerja pemerintah. Berbeda dengan aplikasi milik pemprov DKI yaitu Qlue yang hanya mencakup wilayah DKI Jakarta saja, aplikasi LAPOR! ini dapat digunakan oleh seluruh masyarakat karena memang aplikasi ini menjadi cikal-bakal sistem aspirasi dan pengaduan masyarakat yang terpadu secara nasional.

LAPOR! tak hanya tersedia dalam bentuk aplikasi saja yang dapat didownload pada android, iphone dan blackberry. Namun juga tersedia dalam bentuk web yang beralamat di situs www.lapor.go.id. Bahkan masyarakat yang tidak terhubung dengan internet dapat menyampaikan keluhan dan aspirasinya melalui SMS 1708. Semua laporan yang masuk kemudian diverifikasi oleh admin LAPOR kemudian diteruskan  ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Setiap laporan yang ditindaklanjuti maka akan dipublikasikan sekaligus terdapat notifikasi kepada pelapor. Setelah laporan ditindaklanjuti oleh instansi terkait laporan dianggap selesai.

Terdapat berbagai macam fitur dalam aplikasi ini antara lain yaitu fitur Tracking ID Lapor. Fitur ini dapat digunakan untuk mengecek status laporan yang kita buat. Setiap laporan yang dibuat akan memiliki ID khusus yang bisa dicek statusnya. Fitur ini hampir mirip dengan fitur yang ada pada jasa pengiriman barang untuk mengecek status pengiriman barang. Kemudian jika Anda tidak ingin menunjukkan identitas Anda ketika menyampaikan laporan, maka Anda dapat memilih fitur Anonim dan Rahasia. Fitur Anonim dapat digunakan ketika Anda ingin merahasiakan identitas Anda sebagai pelapor. Sedangkan fitur Rahasia digunakan ketika Anda ingin membatasi akses atas laporan hanya khusus bagi pelapor dan instansi terkait. Biasanya fitur ini digunakan ketika ingin melaporkan isu-isu sensitif. Ada fitur Peta dan Kategorisasi dimana fitur ini digunakan untuk memberi label setiap laporan yang masuk sesuai dengan lokasi geografis, topik, status ketuntasan laporan dan institusi terkait. Sehingga dengan adanya label ini memudahkan pelapor maupun instasi terkait untuk memonitor laporan yang masuk. Fitur selanjutnya adakah fitur Opini Kebijakan. Fitur ini digunakan oleh pemerintah sebagai sarana jajak pendapat masyarakat. Melalui fitur ini pemerintah dapat melihat bagaimana pendapat masyarakat tentang berbagai macam kebijakan yang telah dibuat maupun yang akan diterapkan.

Untuk menjadi pelapor melalui aplikasi LAPOR! sebelumnya Anda harus mendownload terlebih dahulu. Jumlah pengunduh aplikasi saat ini sudah mencapai ratusan ribu pengunduh. Setelah diunduh Anda bisa mendaftar dengan menggunakan email maupun dapat terhubung langsung melalui twitter maupun facebook. Setelah berhasil membuat ID di akun LAPOR! , Anda dapat langsung membuat laporan melalui menu Buat Laporan Baru. Selain itu akan ada notifikasi yang muncul ketika ada yang mngomentari laporan yang Anda buat maupun ketika laporan Anda ditindaklanjuti. Aplikasi ini sangat mudah digunakan karena desain serta fiturnya mirip dengan media sosial. Sehingga selain dapat membuat laporan, user juga dapat berinteraksi dengan sesama user maupun dengan pihak pemerintahan.

Dari segi fitur aplikasi ini sangat lengkap serta kegunaannya juga sangat membantu mewadahi laporan dari masyarakat. Sayangnya banyak sekali user yang mengeluhkan jika aplikasi ini tidak bisa berjalan dengan baik. Mulai dari register yang sulit, tidak bisa terhubung dengan facebook dan twitter ketika login, hingga laporan yang tidak ditanggapi. Seharusnya pemerintah lebih profesional jika ingin mengembangkan aplikasi seperti ini. Sayang sekali jika aplikasi LAPOR! yang memiliki berbagai fitur yang beragam dan sangat membantu ini malah tidak bisa digunakan secara efektif dan tidak berjalan dengan baik ketika digunakan oleh user. Pemerintah harus meniru developer aplikasi lain yang memang mengembangkan aplikasinya dengan sungguh-sungguh. Tak hanya menjadi konsep yang hebat namun setelah diterjunkan ke masyarakat aplikasi hebat ini tak dapat digunakan. Jika staf kepresidenan sebagai pengembang aplikasi merasa  tidak mampu untuk mengembangkan aplikasi dengan baik, lebih baik pengembangan aplikasi diserahkan kepada pihak lain yang mampu mengembangkannya secara professional sehingga konsep aplikasi yang hebat ini tak akan sia-sia.

(Visited 70 times, 1 visits today)